kembali ke halaman depan

 

links & direktori

 

 

 

 

 

Pengantar

Dari sejumlah orangtua yang berdatangan ke sekolah kami, banyak yang menanyakan khusus bagaimana/seperti apa program di Semi Palar?

Pertanyaan seperti ini sungguh membesarkan hati kami, karena jelas menggambarkan tingkat pemahaman dan kepedulian orangtua tersebut terhadap esensi Pendidikan Anak. Biasanya saat kita mencari sekolah untuk anak kita, lebih banyak dari kita yang masih berkutat di seputar pertanyaan standar–yaitu fasilitas fisik semata, meski betul itu satu bentuk pertimbangan juga. Program yang baik itu yang seperti apa? Secara definitif dijelaskan yang bisa menghantarkan berbagai materi sesuai jenjang dalam suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Namun ternyata ukuran utama keberhasilan program adalah saat pelaksanaannya. Proses adalah bagian inti dalam pembelajaran. Dan lalu hasil akhir seharusnya hanyalah dipandang bagian kecil dari satu prestasi utuh. Dan guru berperan memfasilitasi supaya semua proses itu berjalan dan bermakna bagi anak... 

 

Lyn | Maret 2006

 

 

Yuyun Yunita

 

Program sekolah yang sedang berjalan berkerangka tema Dinosaurus. Tema yang selalu disuka oleh hampir semua anak, baik anak laki-laki maupun perempuan. Setiap kegiatan dihubungkan dengan Dino, mulai kegiatan berpendekatan sains seperti mengamati dan membedakan berbagai macam mainan/model Dino dan bedah buku Dino. Atau masuk menjelajah ruang-ruang imaji melalui setting Dino, mulai dari bermain peran menjadi Dino, operasi penyelamatan Dino, berburu Dino. Atau menempa kreatifitas menghasilkan karya gambar, cerita sampai ke konstruksi kandang Dino. Bahkan juga membangun/menempa karakter atau sikap positif pada kita semua – anak sekaligus guru. Variasi kegiatan lalu seakan tak terbatas, dan semuanya asyik!

 

Satu hari Kakak memberi tantangan baru pada anak TK : ayo kita bikin gambar Dino ajaib! Bukan tugas yang terlalu sulit untuk mereka - anak-anak pasti bisa gambar, soalnya Dino itu binatang yang paliiiing… mereka suka. Semua udah tau lah ciri-ciri Dino, minimal satu jenis Dino. Tapi bagaimana ya, Kakak hanya punya beberapa kertas gambar untuk semua anak di kelas. "Aduh, gimana ya caranya?" berlagak bingung Kakak melontarkan ini pada anak-anak.

 

Dan beberapa anak menyahut, "Ka, gambarnya bareng-bareng aja!" Kakak merespon sekaligus mengulang solusi jitu itu : ”Oh iya betul juga ya, kita bisa menggambarnya bareng-bareng”. Tantangan pertama terjawab.

 

Lalu Kakak membagi anak dalam kelompok. Satu kertas untuk beberapa anak, mereka duduk saling berhadapan. Itu juga ga gampang karena di kertas yang cukup besar itu eh ternyata diminta hanya satu gambar Dino. Mungkin terlintas di anak, Kakak terkadang suka aneh-aneh. Tetapi anak-anak ga takut tuh sama tantangannya Kakak. Semua pasti bisa!

 

Semua anak sudah siap dengan spidol masing-masing. Kakak memberi kesempatan sepuluh hitungan setiap satu anak untuk menggores, lalu berpindah ke anak selanjutnya.

 

Kesempatan pertama dimulai. Anak pertama dari masing-masing kelompok mencoba menggambarkan bagian badan Dino yang besar. Setelah hitungan ke-sepuluh, mereka harus menyerahkan kertas di depannya ke teman di samping kanannya. Hitungan dimulai lagi, si teman ada yang membuat kepala yang keren, ada tanduk, duri, gigi tajam. Aduh, sepuluh hitungan sudah selesai, yah... si kertas sudah harus berpindah lagi.

 

Ada yang deg-deg-an karena merasa ga punya ide untuk melanjutkan menggoreskan bagian apanya, di mana, bagaimana? Untuk teman yang masih malu-malu atau merasa ga punya ide ternyata ada motivatornya. Siapa? Ya teman-teman. 

 

Deka :  Ayo Cissy buat ekor yang besar ya, supaya Dinonya kuat ngelawan musuh!

Rico :   Alry bikin kaki yang besar, soalnya badannya kan besar, jadi kakinya harus besar juga, biar kuat.

[Pas kembali giliran Alry lagi, tapi Alry merasa udah kehabisan ide]

Alry :    Alry mah ga bisa, Iko aja yang gambar!

Deka :  Alry pasti bisa koq!

Rico :   Ya udah Alry bikin sayap aja supaya Dinonya bisa terbang.

Deka :  Terus sayapnya bisa dikasih garis-garis.

Cissy:  Ayo, Ry!

 

Dengan sabar mereka menunggu giliran, saling memberikan dukungan dan semangat pada saat teman-temannya memerlukan itu. Hasilnya seperti apa? Kertas penuh dengan gambar gabungan dari berbagai ide dan goresan, yang dipresentasikan secara bergiliran oleh anak-anak kepada kelompok lain di depan kelas, dengan sangat berbangga hati. Lebih dari sekedar gambar Dino ajaib, lembaran kertas itu sekaligus telah mendokumentasikan begitu banyak hal-hal penting yang tak kasat mata, yaitu proses yang berjalan sebelumnya.      

 

Penggalan proses di atas menggambarkan sebagian kecil saja suara motivator-motivator cilik.

Melalui kegiatan menggambar bersama ini tanpa terasa anak-anak (dan juga kita) sudah belajar banyak. Selain menuangkan imajinasi dan melatih motorik halus, mereka juga belajar untuk sabar menunggu giliran, percaya diri dalam kelompok, berani untuk menyumbangkan ide sekaligus mau menerima ide teman, berani bercerita di depan kelas, konsekuen dengan aturan dan banyak lagi. Ah, ternyata melalui satu kegiatan saja, bisa menyentuh juga menumbuhkan begitu banyak hal.